Diskusi dengan Guru Besar Iran

Guna menggali dan mengkaji sejarah peradaban Islam dan perkembangannya di masa lampau, perlu dilakukan diskusi mendalam dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Baru-baru ini (30/10) bertempat di ruang sidang gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), beberapa dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMJ mendiskusikan hal tersebut bekerjasama dengan kedutaan besar Iran. Dosen-dosen FAI UMJ melakukan diskusi terbatas dengan Prof. Dr. Ghulam Reza Zawawi tentang sejarah Islam. Menurut guru besar sejarah Islam dari Masyhad University of Iran ini, sejarah Islam masih sangat menarik untuk dikaji dan tidak pernah usang dimakan waktu.

“Sejarah kemajuan Islam dengan kejayaan keilmuannya harus diketahui umat muslim di dunia dan harus dihidupkan kembali saat ini, ” kata Ghulam dalam paparannya. Ia menambahkan bahwa kemandirian suatu bangsa untuk menimbulkan kecintaan pada diri sendiri harus bertumpu pada unifikasi lima hal, yaitu nilai filosofis negara, agama, ilmu pengetahuan, kesenian, dan kebudayaan. Hal tersebut menurutnya telah dipraktekkan oleh negara Iran hingga menjadi negara yang mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain dalam banyak hal. Selain itu, penting pula memahami substansi secara mendalam dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam diskusi dengan bahasa Inggris tersebut, Ghulam juga mendorong para dosen untuk menghidupkan kembali budaya menulis, baik dalam jurnal, majalah, atau karya ilmiah lainnya sebagai salah satu budaya akademik guna mengabadikan sejarah keilmuan dalam bentuk tulisan yang nanti akan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatan tersebut Ghulam menilai kurangnya persatuan antara negara-negara Islam dalam membela sesama muslim yang tertindas seperti Palestina. Dosen FAI-UMJ pun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberanian Iran membantu Palestina dalam menghadapi ketidakadilan yang mereka alami. “Di saat negara-negara Islam lainnya masih takut dan belum menentukan sikap, Iran justru lebih berani membela Palestina meski hal tersebut mendatangkan kecaman dari negara-negara yang tidak menyenangi Iran:, kata salah satu dosen FAI UMJ dalam forum tersebut.

Diskusi ilmiah yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut cukup efektif, hangat dan interaktif  hingga diakhiri dengan shalat Jumat bersama di masjid at-Taqwa UMJ. (UMJ News).

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s