Prof. Quraish Shihab Terima “Lifetime Achievement Award”

Pakar Tafsir Prof. Dr. M. Quraish Shihab menerima penghargaan “Lifetime Achievement Award” dari Fakultas Ushuluddin. Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Fakultas Ushuluddin ke-47 di Auditorium Utama, Kamis, 12 November 2009.

Acara bertajuk “Tribute to Quraish Shihab” ini diselenggarakan sebagai tanda terimakasih Fakultas Ushuluddin atas jasa Quraish Shihab dalam memajukan fakultas, khususnya Jurusan Tafsir Hadis. “Penghargaan ini diberikan pada Quraish Shihab atas seluruh jasanya dalam membangun Fakultas Ushuluddin,” kata Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Amin Nurdin.

Acara bertambah spesial dengan hadirnya dua mantan Presiden RI, yakni BJ. Habibie (mantan Presiden RI ke-3) dan KH. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI ke-4). Sejumlah tokoh nasional yang juga alumni Fakultas Ushuluddin turut pula hadir, antara lain Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta), Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), dan Dr. Hj. Tuti Alawiyah (mantan Menteri Peranan Wanita).

Direktur Penerbit Mizan, Dr. Haidar Bagir mengatakan, Quraish Shihab merupakan salah satu tokoh neo-modernis yang dapat menjelaskan al-Quran secara relevan dengan kehidupan sehari-hari audiensnya. Quraish tidak menghilangkan pandangan-pandangan tradisional dan keyakinan sufistiknya, sehingga ia dapat mengakomodasi segala situasi. Audienspun seperti merasakan dapat berbicara langsung dengannya. “Bahkan, masyarakat awam sebagai penikmat terbantu dengan penjelasannya.” kata Haidar.

Sementara itu, KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, menyebut pria kelahiran Rapang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944 itu, sebagai kyai kampung yang berarti tekun mengajar, memberi contoh, dan tekun dalam segala hal. Adapun BJ Habibie menyebut dirinya sebagai penikmat karya-karya Quraish Shihab.

Dalam sambutannya sesaat setelah menerima penghargaan, Quraish Shihab mengaku bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya. “Jika diberikan pilihan untuk mengulang waktu, maka saya akan memilih sama dengan apa yang telah dijalani, karena saya diberi kesempatan untuk mempelajari setitik dari samudera ilmu-Nya, ” kata penulis tafsir al-Mishbah itu.

Quraish Shihab menapaki karir di Fakultas Ushuluddin dan IAIN Jakarta sebagai dosen dimulai tahun 1984. Di sini ia aktif mengajar bidang Tafsir dan Ulumu Al- Qur’an di program S1, S2 dan S3 hingga tahun 1998. Di samping sebagai dosen, ia juga sempat menjabat Rektor IAIN Jakarta selama dua periode (1992-1996 dan 1997-1998). Setelah itu ia dipercaya menduduki jabatan Menteri Agama selama sekitar dua bulan di awal tahun 1998, hingga kemudian diangkat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Mesir merangkap Djibouti berkedudukan di Kairo. (Berita UIN).

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s