Launching Program Studi Zakat dan Wakaf FAI

Sabtu, 19 Maret 2011, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ)  mengadakan acara Launching Program Studi (Prodi) Zakat dan Wakaf, di Ruang Sidang UMJ. Acara launching dikemas dalam sebuah acara Seminar Nasional dengan tema “Amandemen Undang-Undang dan Prospek Zakat di Indonesia”. Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama (Kemenag RI) , Drs. H. Abdul Karim, Ketua Badan Zakat Nasional, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, Dr. Anwar Abbas dari Pengurus Pusat Muhammadiyah, dan Ari Sadewo dari Dompet Dhuafa Republika. Hadir juga Rektor UMJ, Prof. Dr. Masyitoh, di samping Dekan FAI UMJ, Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag., dan undangan dari lembaga-lembaga pengelola Zakat dan Wakaf se-Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang, dan Bekasi.

Drs. H. Abdul Karim, yang juga bertindak sebagai kynote speaker mengatakan bahwa Kemenag RI sangat serius dalam hal menggali potensi ekonomi umat; hal ini terlihat dari dibentuknya Direktorat Pemberdayaan Zakat secara tersendiri, disamping Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Pembentukan kedua direktorat secara terpisah ini, dilakukan dalam rangka agar pengelolaan keduanya maksimal. Potensi zakat umat, demikian dicontohkannya, sebenarnya mencapai 100 trilyun; sementara zakat yang baru dapat terambil hanya 1,5 trilyun. Karena itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat, tegasnya, terus berupaya untuk meningkatkan profesionalismenya dalam menggali dan mengelola zakat umat ini. Pemerintah, misalnya, akan membuat database individu wajib zakat (muzakkiy), selain akan membuat program pembayaran zakat secara online.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, mengatakan bahwa ada empat langkah yang harus dilakukan dalam rangka menggali potensi zakat, sekaligus membangun sistem perzakatan nasional, yaitu pertama, optimalisasi sosialisasi dan edukasi zakat; kedua, membangun citra lembaga zakat yang amanah dan profesional; ketiga, membangun sumberdaya manusia (SDM) yang siap berjuang dalam mengembangkan zakat di Indonesia (disinilah, tegasnya, urgensinya prodi zakat); dan keempat, memperbaiki dan menyempurnakan perangkat peraturan tentang zakat di Indonesia, termasuk merevisi Undang-Undang No. 38/1999.

Prof. Dr. Masyitoh yang secara resmi melaunching prodi zakat dan wakaf tersebut, mengatakan sangat menyambut baik dibukanya prodi ini; bukan saja karena zakat dan wakaf sangat prospektif dan strategis karena kebutuhan terhadap pengelola profesional zakat dan wakaf akan sangat tinggi, mengingat potensi zakat dan wakaf yang luar biasa di Indonesia, tetapi juga karena perguruan tinggi lain, seperti  Institut Pertanian Bogor (IPB), sudah lama membuka prodi ini. Sementara itu, Prof. Dr. Armai Arief, mengatakan bahwa FAI UMJ merencanakan untuk mengadakan kegiatan seminar yang lebih besar dalam rangka diseminasi pentingnya nilai zakat dan wakaf, disamping menyosialisasi prodi baru ini ke masyarakat. Dia juga menambahkan, bahwa FAI UMJ adalah fakultas pertama pada perguruan tinggi Islam di Indonesia yang membuka prodi zakat ini.

 

This entry was posted in FAI UMJ and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s