Sarasehan Bersama Profesor Dodi Nandika

Kamis, 10 November 2011,digelar acara Sarasehan Dosen Muda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Prof. Dr. Dodi Nandika, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Restoran Situ Gintung, Ciputat. Acara ini digagas (dan dimoderatori) langsung oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Masyitoh, yang mengatakan bahwa acara ini sengaja diadakan dalam rangka mensupport para dosen muda, khususnya dalam hal penelitian. Dalam presentasinya yang sangat dinamis dan berlangsung hampir 1,5 jam, Profesor Dodi memang jelas sekali mensupport para dosen dalam melakukan tugas keilmuannya.

Menurut beliau misi yang paling hakiki dari sebuah universitas adalah menghimpun, memelihara, dan mentransfer nilai-nilai, budaya dan pengetahuan umat manusia dari generasi ke generasi. Misi ini, katanya, sangat berat dan para dosen harus menjalankannya. Proses menghimpun, misalnya, dapat dilakukan jika para dosen terus melakukan riset pada bidang keilmuannya sampai menghasilkan temuan-temuan terbaru yang menjadi titik tolak temuan-temuan selanjutnya. karena itu, tegas Profesor yang dikenal dengan penelitian tentang rayap ini, kegiatan iqra (membaca) sebanyak-banyaknya mutlak harus dilakukan oleh para dosen.

Profesor Dodi kemudian mengutip buku mantan Rektor Stanford University, USA, Donald Kennedy, berjudul Academic Duty, yang ada menyebutkan tujuh kewajiabn (Prof. Dodi menyebutnya ‘Rukun Akadmeik’) yang harus dilakukan oleh para dosen; yaitu 1). Mengajar (to teach); 2) Membimbing mahasiswa (to mentor); 3) Menemukan (to discover); 4) Mempublikasikan temuan ilmiahnya (to publish); 5) Berkepedulian terhadap lingkungannya (to reach beyond the wall); 6) Melakukan perubahan (to change); dan 7) Mengatakan sesuatu yang benar (to tell the truth).

Di bagian akhir presentasinya, beliau mengajak agar para dosen mau mencintai penelitian sebagai sebuah kekhasan dari sebuah universitas. Bila kegiatan penelitian ini mandeg di UMJ, katanya, maka UMJ bukan lagi sebagai sebuah lembaga universitas, tetapi berubah menjadi lembaga pengajaran.

Acara sarasehan ini diakhiri dengan makan siang bersama.

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s