Humor Keilmuan Fuad Jabali

Dalam suatu perkuliahan Seminar Proposal Disertasi (Oktober 2011), Fuad Jabali, dosen dan sekaligus Wakil Direktur Institute for Advanced Studies pada Sekolah Pascasarjana (SPS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menulis karya ilmiah dalam bentuk disertasi sebaik-baiknya. Salah satu indikator disertasi yang baik adalah kualitasnya yang diakui oleh komunitas akademik secara luas, nasional dan internasional. Karena itu, sebjek penelitian yang diambil (dalam hal ini tema, bukan kasus) mestilah subjek yang juga pernah diteliti dan diperdebatkan oleh akademisi lain. Tugas mahasiswa peneliti adalah menunjukkan ‘batas akhir’ hasil penelitian akademisi tersebut, lalu menunjukkan hasil penelitiannya yang terbaru dari subjek tersebut. ‘Anda harus menembus batas itu’, kata Fuad yang berkali-kali memotivasi mahasiswa tentang komitmen SPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mensupport mahasiswanya untuk menghasilkan hasil penelitian yang dapat diakui kualitasnya oleh komunitas akademik global.

Salah satu kiat yang diberikan Fuad agar penelitian disertasi itu tidak terjebak pada hasil penelitian lokal, pinggiran (peripheral) adalah mengangkat judul penelitian dengan mencari temanya yang lebih luas (waktu itu dikritiknya suatu judul penelitian proposal disertasi dengan tema tentang Kuntowijoyo dari saudara Mohamad Shofwan yang menurut Fuad tokoh Kuntowijoyo tidaklah dikenal secara luas oleh komunitas akademik dunia; Dia menyarankan agar Kuntowijoyo dijadikan kasus penelitian, dan menjadikan mazhab strukturalisme sebagai temanya). Sembari humor, Fuad mengatakan, ‘Menulis disertasi itu ibarat peristiwa Isra Mi’raj; Anda datang (dari daerah) ke Ciputat itu namanya perjalanan di bumi (Isra)  menuju tahapan langit kesatu, kedua, sampai ketujuh, hingga Sidrat al-Muntaha (Mi’raj) hingga mendapat ‘wahyu’ (Disertasi) , yang ketika itu hasil penelitian Anda harus diakui dan harus dibaca lebih dahulu oleh siapapun yang meneliti subjek yang sama’.

Harus saya akui, di antara dosen yang inspiratif dalam soal keilmuan, khususnya ketika sedang menyelesaikan perkuliahan Strata Tiga ini adalah Doktor Fuad Jabali. Dalam beberapa kesempatan, dia selalu memotovasi dengan humor-humor segarnya –saya ingat misalnya, selorohnya tentang jangan sampai menjadi seorang ilmuwan yang kesepian, karena hanya dia sendiri yang membaca hasil karyanya– seperti soal Isra Miraj keilmuan di atas.

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s