Mereka Yang Mewariskan Karya

Pada wisuda ke-86 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu, 28 Januari 2012, diterbitkan Jurnal Wisuda edisi 28 Januari 2012/4 Rabiul Awal 1433 H yang mengangkat judul Highlight Karya Ilmiah dari Ciputat : Merajut Jejaring Akademik Global; dan pada halaman 12, termuat berita dengan judul Mereka Yang Mewariskan Karya. Tulisan di bawah ini adalah kutipan sepenuhnya dari berita tersebut.

Meninggal tak berarti berhenti memberi arti. Meski telah tiada, karya para guru besar UIN Ciputat masih menjadi referensi. Mereka ‘berpulang’, mewariskan karya-karya penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan agama.

Senin pagi awal Januari , cuaca mendung tidak biasanya masih bergelayut di langit Ciputat. Sayup-sayup, suara pengumuman di Masjid Fathullah mengabarkan tentang wafatnya seorang dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Musyrifah Sunanto. Tidak ada yang menyangka guru besar Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin ini berpulang begitu cepat ke rahmatullah.

Selain dikenal tidak pernah absen mengajar, guru besar kelahiran Banjarsari, Ciamis, pada 10 April 1938 ini dikenal dengan beberapa karya tulis (buku) yang sering digunakan sebagai kuliah pengantar sejarah perkembangan Islam. Di antaranya Sejarah Peradaban Islam Indonesia (cetakan terakhir tahun 2010), Sejarah Kebudayaan Islam (cetakan terakhir tahun 2003), dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Kejayaan Islam (1983).

Selain buku, Musyrifah semasa hidupnya menulis sekitar sembilan laporan penelitian ilmiah. Di antaranya Kepustakaan Jawa tentang Islam (1992), Huruf Arab Melayu dan Karya Tulis di Indonesia (1994), Perbandingan Kitab Sirath al-Mustaqim dan Sabil al-Muhtadin (1995), Perdagangan yang Dilakukan Muhammad Rasulullah; Contoh Model Perdagangan yang Adil (1997), Perkawinan dalam Aliran Kepercayaan Madris (1998), Studi Berdirinya Kerajaan Banten (1998), Aliran Ngelmu Sejati Cirebon Menurut Pandangan Islam (1999), Babad Tjirebon; Sebuah Episode Biografi Syarif Hidayatullah (1999), dan Keberagamaan Keturunan Syarif Hidayatulah di Kerajaan Banten dan Cirebon; Studi Historis dan Mistis (1999).

Di bidang sejarah, nama Badri Yatim merepresentasikan produktifnya para guru besar dalam menuliskan banyak karya ilmiah. Guru Besar di Bidang Sejarah Islam menulis tiga buku utama tentang sejarah Islam, selain puluhan tulisan lain baik berupa makalah di jurnal maupun sebagai tim penulis dan editor. Ketiga buku yang ditulisnya adalah Historiografi Islam (1997), Sejarah Peradaban Islam; Dirasah Islamiyah II (2008), Soekarno, Islam, dan Nasionalisme (1985). Untuk buku yang dirinya menjadi penulis sekaligus editor, dekan Fakultas Adab dan Humaniora itu, tercatat sebagai bagian dari tim penulisan Ensiklopedia Islam (1993), Ensiklopedia Hukum Islam (1996), penulis Tema-Tema Pokok al-Quran dan Ensiklopedi al-Quran.

Di bidang pendidikan dan tafsir, Profesor Mahmud Yunus, Direktur/Dekan Akademi Dinas Ilmu Agama (cikal bakal IAIN-UIN Syarif Hidayatullah) layak untuk disebut pertama kali di jajaran guru besar paling produktif dalam menulis dengan kecenderungan lintas disiplin. Selain menulis buku dengan tema pendidikan dan tafsir al-Quran, Yunus tercatat produktif menulis buku-buku dengan beragam tema.

Tidak kurang dari 64 judul buku dalam 77 jilid ditulis pria kelahiran Sumatera Barat tersebut.  Di antara karyanya, al-Tarbiyah wa al-Ta’lim di bidang pendidikan, Durus al-Lughah al-‘Arabiyyah ‘ala Thariqati al-Haditsah I & II di bidang Bahasa Arab, al-Masail al-Fiqhiyyah ‘ala Madzahibi al-Arba’ah dan al-Fiqh al-Wadhih juz 1-3 di bidang Fiqh, Tafsir al-Quran Juz 1-10 dan Muhadharat al-Israiliyyat fi al-Tafsir wa al-Hadits di bidang Tafsir, Tarikh al-Fiqh al-Islamiy dan Tarikh al-Islam di bidang sejarah, al-Adyan di bidang Perbandingan Agama, al-Syuhur al-‘Arabiyyah fi al-Biladi al-Islamiyyah di  bidang ilmu jiwa. Menurut Azyumardi Azra, buku Mahmud merupakan sampel karya yang sangat representatif tentang penulisan ilmiah di bidang sejarah pendidikan.

Di bidang teologi dan filsafat Islam, rektor sekaligus peletak dasar pembaruan pemikiran Islam Indonesia Harun Nasution membuktikan produktivitasnya. Beberapa buku yang lahir dari tangannya adalah Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya (1974, 2 jilid), Teologi Islam (1977), Filsafat Agama (1978), Filsafat dan Mistisisme dalam Islam (1978), Aliran Modern dalam Islam (1980), Muhammad Abduh dan Teologi Mutazilah (1987), Islam Rasional (1975, editor Saiful Mujani). Buku ini belum termasuk tesis magisternya di McGill University, Canada, berjdul “The Islamic State in Indonesia : The Rise of the Ideology, the Movements for its Creation and Theory of Masjumi”.

Di bidang filsafat dan pemikiran Islam, Nurcholish Madjid atau lazim dipanggil Cak Nur merepresentasikan figur intelektual  dalam lingkaran UIN Ciputat dengan banyak karya dan tingkat kedalaman substansi karya ilmiah yang ditulisnya. Selain buku, Cak Nur mewariskan sejumlah karya tulis dalam bentuk makalah, artikel/opini, paper, dan khutbah Jumat.

Beberapa buku yang lahir dari tangannya adalah Khazanah Intelektual Islam (Jakarta, Bulan Bintang, 1982), Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan (Bandung, Mizan, 1988), Islam, Doktrin dan Peradaban : Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan (Jakarta, Paramadina, 1992), Islam, Kerakyatan, dan KeIndonesiaan (Bandung, Mizan, 1993), Pintu-pintu Menuju Tuhan (Jakarta, Paramadina, 1994), Islam Agama Kemanusiaan : Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia (Jakarta, Paramadina, 1995), Islam Agama Peradaban (Jakarta, Paramadina, 1995), Kaki Langit Peradaban Islam (Jakarta, Paramadina, 1997), Tradisi Islam : Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (Jakarta, Paramadina, 1997), Masyarakat Religius (Jakarta, Paramadina, 1997), Perjalanan Religius Umrah dan Haji (1997), Dialog Keterbukaan (Jakarta, Paramadina, 1997), Cendikiawan dan Religious Masyarakat (Jakarta, Paramadina, 1999), Pesan-pesan Takwa; Kumpulan Khutbah Jumat di Paramadina.

Di bidang fikih dan hukum Islam, nama Profesor Satria Effendi Zein dan Profesor Peunoh Daly mewakili berkembangnya  tradisi penulisan akademisi UIN Ciputat di bidang tersebut. Satria Effendi M. Zein menulis sekurangnya dua buku yaitu Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer: Analisis Yurisprudensi dengan Pendekatan Ushuliyah (2005) dan Ushul Fiqh (2005). Khusus buku pertama, Satria menyajikan analisis yang mendalam dan komprehensif tentang berbagai aspek hukum keluarga dalam kerangka hukum Islam. Pembahasan utama dalam buku ini adalah perkawinan, putusnya perkawinan, hadhanah dan perwalian serta hukum waris.

Peunoh Daly juga menulis sekurangnya dua buku, yaitu Hukum Perkawinan Islam: Suatu Studi Perbandingan dalam Kalangan Ahlus Sunnah dan Negara-negara Islam (2005) dan Struktur Fiqh dalam Pembidangan Ilmu Agama Islam dan Kurikulum IAIN ditulis bersama Drs. Zarkoewi Soejoeti dalam Perkembangan Ilmu Fiqh (1992). Buku pertama Peunoh merupakan hasil penelitian dan pengkajian naskah lama Mir’at Thullab karya Syekh Abdurrauf Singkel, dalam hukum Islam. Penelitian itu membuahkan satu disertasi dengan judul “Hukum Nikah, Talak, Rujuk, Hadhanah, dan Nafkah Kerabat”. Buku ini berisi penelitian filologi atas asal-usul naskah, teks asli, glosarium, dan aparatus kritikus dan pengkajian substansinya sesuai ilmu perbandingan hukum Islam. Buku kedua Peunoh memuat hukum perkawinan Islam dan masalah-masalah yang menyangkut dengannya secara lengkap, termasuk penetapan hukum Islam yang berlaku di negara-negara Islam.

Di bidang bahasa dan sastra Arab, nama besar Profesor Bustami A. Gani sangat patut disebutkan. Mantan dekan pertama Fakultas Adab UIN Jakarta ini terbilang produktif menulis sejumlah karya ilmiah dan cukup popular pada masanya. Tidak kurang dari 43 judul buku dalam 91 jilid ditulis guru besar Ilmu Agama sepanjang hidupnya. Untuk bahasa dan sastra Arab, Bustami menulis 5 judul buku (25 jilid), sedangkan karya tafsirnya adalah al-Quran dan Tafsirnya (11 jilid). Sebagian besar sisanya adalah fiqih seperti al-Fatawa (bersaman Prof. H. Zaini Dahlan) serta sejumlah fatwanya sebagai anggota Majelis Fatwa saat itu seperti hukum Pemindahan Darah (1956) dan Sumpah Dokter dan Susila Kedokteran (1960).

Ada lagi Prof. Aqib Suminto; selain Politik Islam Hindia Belanda, Aqib juga tercatat menulis dua buku lainnya, Taubat (Jakarta : Tintamas, 1970), dan Problematika Dakwah (Jakarta : Tintamas, 1973). Secara rutin, Aqib juga tercatat menulis berbagai problem sosial keagamaan di berbagai majalah, terutama Panji Masyarakat. Selain menulis, pria kelahiran Sedayu, Surabaya, 16 Agustus 1934 ini lebih banyak berkiprah sebagai muballigh yang berdakwah hingga negara-negara tetangga Malaysia dan Singapura, bahkan Belanda, Belgia, Jerman, Hongkong, dan Saudi Arabia.

Tentu, masih ada beberapa karya guru besar IAIN/UIN Jakarta yang sudah wafat. Misalnya Prof. KH. Ibrahim Hosen. Mereka meninggalkan karya tulis, sebagai ilmu yang bermanfaat, yang amalnya tidak akan berhenti.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s