Perpustakaan Ayatullah Mar’asyi Najafi

Dalam kesempatan berkunjung ke negeri Mullah, Iran (18-27 Mei 2012), kami para pengelola Iranian Corner di Indonesia, menyambangi Perpustakaan Mar’asyi Najafi, di Qum, pada Senin 21 Mei 2012. Nama Mar’asyi Najafi merujuk kepada pendirinya, Ayatullah al-‘Uzhma Syihab al-Din al-Husyani al-Mar’asyi Najafi (1315-1411 H/ 1897-1990 M). Beliau meninggalkan karangan tidak kurang 150 buah  meliputi fiqh, ushul fiqh,  tafsir, hadis, akhlak, filsafat, ‘irfan, manthiq, ilmu kalam, dan sejarah.Perpustakaan ini adalah perpustakaan terbesar ke-tiga, setelah perpustakaan al-Sulaimaniyah di Turki dan Dar al-Kutub di Mesir, yang menyimpan manuskrip-manuskrip  kuno. Sampai tahun 2007, tercatat 75.000 judul manuskrip yang tertulis dalam bahasa Arab, Persia, Turki, Urdu, Latin, Sanksekerta, Tetra, dan Gujarat tersimpan di perpustakaan ini.

Manuskrip-manuskrip ini berisi informasi yang sangat luas, baik  menyangkut ilmu-ilmu keislaman maupun selain Islam. Manuskrip paling kuno, misalnya, adalah mushaf al-Quran dalam tulisan Kufi yang ditulis pada pertengahan abad ke-dua hijriyah. Ada juga kitab Zabur dalam bahasa Latin dan Kitab Injil dalam bahasa Amhary (Ethiopia), yang ditulis pada abad 12 Masehi. Sementara itu literatur klasik paling tua pada perpustakaan  ini adalah buku  tentang geografi, Nuzhat al-Musytaq karangan al-Idrisy, buku tentang kedokteran, al-Qanun fi al-Thibb karangan Ibnu Sina, dan buku tentang matematika, Tahrir Eclueds karangan Nashir al-Din al-Thusy. Semua buku ini tercatat dicetak di Roma, Italia, antara tahun 1592-1594 masehi.

Yang juga menarik dari perpustakaan bersejarah ini adalah usaha para pustakawannya dalam memelihara khazanah keilmuan dengan merawat buku-buku kuno tersebut. Salah satunya adalah ada ruangan khusus disebut ‘rumah sakit buku’ (mustasyfa al-kitab) dengan temperatur suhu yang diatur sedemikan rupa untuk memelihara buku-buku yang terancam rusak. Tidak sampai di situ, proses perawatan dan pemeliharaan buku-buku tersebut dilanjutkan dengan memproduk ulang isi buku tersebut dengan memfotonya, lalu membuat versi digitalnya. Semua dilakukan dengan teknologi canggih.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s