Empat Interaksi Pendidikan Menurut Profesor Djaali

Jumat, 27 Juli 2012, kami menghadiri acara promosi terbuka pengukuhan gelar doktor  Hardjito, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ),  di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Hardjito berhasil mempertahankan disertasinya berjudul Pengaruh Kemampuan Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Iklim Organisasi Sekolah, dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Guru SMK : Studi Kausal di SMKN DKI Jakarta di hadapan Sidang Terbuka Senat Guru Besar Universitas Negeri Jakarta.  

Dalam acara tersebut, yang (juga) menarik adalah kritik –lebih tepatnya masukan—dari Profesor Djaali yang merupakan Ketua Sidang dan sekaligus Direktur Program Pascasarjana UNJ  kepada Promovendus bahwa peran teknologi secanggih apapun, tidak semata-mata merupakan faktor kunci sebuah proses pendidikan. Teknologi, menurut beliau, hanyalah satu dari empat macam interaksi dalam pendidikan, yaitu interaksi dengan sumber belajar. Bila diurutkan sebagaimana penegasan Prof. Djaali sendiri, maka empat interaksi pendidikan tersebut adalah : (1) Interaksi murid dengan murid (2) Interaksi murid dengan guru (3) Interaksi murid dengan sumber belajar, dan (4) Interaksi murid dengan lingkungan (dari empat interaksi ini, Prof. Djaali hanya mengurai sekilas dua interaksi terakhir). Interaksi dengan teknologi sebagai sumber belajar, menurut Prof. Djaali hanya satu bagian dari sekian banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan siswa. Peran teknologi seperti internet dan telepon genggam, misalnya, tidak dapat dipungkiri sudah menjadi di antara media yang dapat memuat bahan ajar dalam arti luas. Namun, kata beliau, interaksi yang tidak terkontrol terhadap media teknologi ini, akan menjadikan seorang murid atau siswa, menjadi terasing dengan lingkungannya. Murid hanya asyik masyuk dengan benda-benda mati, dan akhirnya melupakan dirinya sebagai makhluk sosial yang harus mengenal lingkungan di sekitarnya.

Dalam promosinya, Hardjito menyampaikan hasil penelitiannya terhadap 244 guru di 5 (lima) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Kelompok Keahlian Teknologi dan Industri Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi di DKI Jakarta, dan berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh langsung positif antara kemampuan memanfaatkan TIK terhadap kinerja guru; antara iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru; antara efikasi diri terhadap kinerja guru; antara kemampuan memanfaatkan TIK terhadap efikasi diri; dan antara iklim organisasi sekolah terhadap efikasi diri.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s