Tasawuf Akhlaki Pa Ar Fakhruddin

Kajian tentang dua “dunia besar”, yaitu Tasawuf dan Muhammadiyah berlangsung dalam acara Launching dan Bedah Buku “Tasawuf Muhammadiyah : Menyelami Spiritual Leadership AR. Fakhruddin “ karya Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, M.Ag. Beliau adalah guru besar Fakultas Agama Islam UMJ dan sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta. Acara berlangsung pada Rabu, 14 Nopember di Aula Pasca Sarjana. Bertindak sebagai pembicara adalah penulis buku sendiri dan Dr. Muhbib Abdul Wahhab, MA. Hadir sebagai kynote speaker adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. HM. Din Syamsudin, MA.  Acara bedah buku ini juga dihadiri oleh kelurga besar Pa Ar (Abdul Rozak) Fakhruddin.

Dalam pidato kuncinya, Prof. Din Syamsuddin, mengatakan bahwa beliau menyambut baik peluncuran buku Prof. Masyitoh yang berasal dari disertasinya ini, dalam rangka membuktikan bahwa Muhammadiyah tidak alergi dengan tasawuf. Memang, kata beliau, Muhammadiyah tidak identik dengan tasawuf, kalau dikaitkan dengan praktik-praktik tertentu, seperti zikir yang harus dilafalkan secara bersama dengan suara keras. Tetapi, bila tasawuf merupakan wahana pembentukan pribadi-pribadi berakhlak mulia, maka Muhammadiyah tidak asing dengan tasawuf. Pribadi Pa AR, kata beliau, contohnya. Tokoh yang paling lama memimpin Muhammadiyah ini (22 tahun; 1968-1990) tidak mungkin dipercaya untuk memimpim selama itu kalau beliau bukan merupakan pribadi berakhlak mulia. Dicontohkan bahwa beliau adalah pribadi yang sangat tawadhu’ sehingga tidak sungkan untuk berkendara sepeda saat pergi ke kantor. Contoh lainnya, adalah kebersahajaan hidup beliau dengan berjualan minyak tanah di rumahnya, demi menafkahi keluarga.

Sementara itu, dua pembicara di atas menyampaikan ‘kesimpulan’ yang sama bahwa Pa Ar dapat dikatakan menjalankan Tasawuf Akhlaki, yaitu tasawuf yang dicirikan dengan  keteladanan-keteladanan akhlak yang baik dari seseorang. Pa Ar memang bukan saja menjadi teladan umat Muhammadiyah yang dibuktikan dengan lamanya beliau dipercaya sebagai ketua umum, tetapi juga umat Islam Indonesia yang dapat memetik banyak hikmah dari kebersahajaan beliau seperti contoh di atas.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s