Memimpin dengan Keikhlasan

Rektor Universitas Muhammadiyah (UMJ) Jakarta, Prof. Dr. Masyitoh, dalam acara pengajian bulanan UMJ, pada Rabu, 29 Mei 2013, menyampaikan topik pengajian tentang kepemimpinan. Beliau menyatakan bahwa dalam Islam banyak kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin; satu di antaranya adalah bahwa pemimpin harus ikhlas dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. “Memimpin dengan keikhlasan”, katanya.

Ada dua tafsiran tentang ikhlas yang beliau ambilkan dari pendapat seorang sufi Dzun Nun al-Misri; pertama,  tidak mengharapkan balasan dari apa yang dilakukan, kecuali karena Allah; seorang pemimpin  adalah seorang yang  seharusnya bekerja tanpa pamrih, kecuali untuk menunaikan amanah kepemimpinan yang Allah berikan kepadanya, dan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya. Bekerja dengan ikhlas, menjadikan seorang pemimpin sadar bahwa jabatan kepemimpinan pada hakikatnya bukanlah segala-galanya, melainkan hanya titipan dari Allah yang suatu saat dan bisa menjadi tiba-tiba diambil olehNya. Kesadaaran tentang kepemimpinan sebagai amanah Allah ini menjadi poin sangat penting ditegaskan oleh Prof. Masyitoh, terlebih ketika beliau menegaskan bahwa  “Di Muhammadiyah, merupakan suatu aib jika seorang mengejar-ngejar jabatan, dan juga aib jika ia menolak amanah jabatan”.

Tafsiran kedua dari keikhlasan ini adalah agar seorang pemimpin tidak mencerca jika disalahkan oleh orang. Seorang  pemimpin amat mungkin melakukan kesalahan, baik ketika dalam pengambilan kebijakan maupun dalam proses eksekusinya, hal mana membuatnya dipersalahkan dan dikritik orang. Seorang pemimpin harus ikhlas terhadap kritikan seperti ini; dia tidak reaktif, panik, atau malah mencerca balik si pengkriktik, tetapi segera mengadakan perbaikan-perbaikan jika memang benar terjadi kesalahan tersebut. Jika tidak terjadi, maka kita dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw yang malah mendoakan penduduk kota Thaif yang melempari beliau dengan batu, dan justru beliau memaafkan perbuatan durjana kota Thaif tersebut dan bahkan mendoakan mereka ; Allahummahdi  qawmi, fa innahum  la yalmun; Ya Allah berikan petunjuk kepada umatku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui (kebenaran amanah kepemimpinan kenabianku ini).

Acara pengajian UMJ ini diikuti oleh sivitas akademika UMJ dan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Acara pengajian kali ini memang cukup padat, karena didahului dengan acara pengukuhan pengurus baru Dewan Kemakmuran Masjid At-Taqwa dan al-Mukhlisin UMJ periode 2013-2015 , dan diakhiri dengan launching Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Corner UMJ dan sosialisasi lembaga LazisMu UMJ. Tema tentang kepemimpinan dan keikhlasan dalam pengajian bulanan kali ini nampaknya sangat cocok disampaikan dalam rangka membekali semua pengurus lembaga-lembaga di lingkungan UMJ dalam menjalankan amanah kepemimpinan masing-masing. Wallahualam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s