Dahsyatnya Kerajaan Nabiyallah Sulaiman

Dalam sejarah kita mengenal tokoh-tokoh penguasa dunia, entah sebutannya raja, presiden, perdana menteri, dll. Mereka dikenal dan dikenang oleh dunia dengan torehan sejarah masing-masing; ada yang dikenang karena kebaikannya seperti Khalifah Harun al-Rasyid, dan ada juga yang dicaci karena kelalimannya seperti Perdana Menteri Jerman, Hitler. Sejarah umat manusia memang faktanya berisi dua hal : baik atau buruk.

Nabiyallah Sulaiman ‘alayh al-salam adalah seorang utusan Allah yang juga seorang raja. Sebagai seorang Nabi, beliau jelas seorang penyeru kebaikan; dan sebagai seorang raja, Nabi Sulaiman adalah seorang penguasa dunia yang sangat dahsyat kerajaannya. Jika Michael Heart ada memiliki hasil penelitiannya tentang 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia, maka pengabadian nama dan  kedahsyatan kerajaan Nabi Sulaiman dalam al-Quran adalah sebuah matan keyakinan yang membatin bahwa beliau ada dia atas kaliber Harun al-Rasyid, mengalahkan Hitler, dan bahkan sangat dihormati oleh Rasulullah Muhammad shallahu ‘alayh wa salaam yang diposisikan oleh Michael Heart pada ranking pertama penelitian 100 tokohnya di atas. Nabi Sulaiman adalah satu-satunya raja diraja umat manusia di dunia ! Satu-satunya !

Satu dari kurang lebih 17 ayat (tepatnya 17 ayat pada tujuh surat) yang mengisahkan Nabi Sulaiman adalah ayat 35 surat Shad (38) yang terjemahnya adalah Ia (Sulaiman) berkata : “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. Ayat yang merupakan doa Sulaiman kepada Allah SWT perihal permintaannya kepada Allah akan sebuah kerajaan dahsyat ini, dikabul oleh Allah. Ayat 36 hingga 38 menandaskan kedahsyatan kerajaan dimaksud; Kemudian Kami tundukkan kepadaNya angin yang berhembus dengan baik menurut kemana saja yang dikehendakinya (36); dan (Kami tundukkan pula kepadaNya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam (37); dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu (38). Jika ditelusur lebih jauh rincian lain kedahsyatan kerajaan nabiyallah Sulaiman, maka ditemukan penjelasan lain al-Quran, seperti Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya, yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu; Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu (QS.21:81-82).

Cerita punya cerita, kedahsyatan kerajaan Nabi Sulaiman ini –selain yang pasti merupakan kehendak Allah mengabulkan doa pribadinya di atas—merupakan warisan dari kedahsyatan kerajaan ayah beliau, nabiyallah Daud alayhissalam seperti termaktub pada ayat-ayat berikut : Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan : “Segala puji bagi Allah yang MELEBIHKAN KAMI DARI KEBANYAKAN HAMBA-HAMBANYA YANG BERIMAN (penegasan Huruf Besar dari Penulis); Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan Dia berkata : “ Hai manusia, kami telah diberikan pengertian tentang suara burung dan KAMI DIBERI SEGALA SESUATU. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata; Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan); Hingga apabila mereka di lembah semut berkatalah seekor semut : “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; maka dia tersenyum dengan tertawa, karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa : “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nimatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku ke dalam rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh (QS. 27: 15-19).

Demikian kedahsyatan kerajaan nabiyallah Sulaiman dijelaskan langsung oleh al-Quran, hal mana bukan lagi menyiratkan, tetapi menyuratkan, bahwa tiada seorangpun penguasa dunia jenis manusia maupun jenis setan dan jenis jin, lebih-lebih seorang manusia, jin, dan setan biasa (bukan penguasa), yang melebihi kedahsyatan kekuasaan Sulaiman ! Di antara yang juga sangat penting kita tandaskan di bagian akhir ini, bahwa beliau adalah seorang penguasa yang rendah hati di hadapan Allah; bahwa semua kelebihan yang ada padanya  itu semata-mata karunia Allah; kita dengar ulang doanya sebagai seorang Sang Penguasa :

رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي أنعمت على وعلى والدى وأن أعمل صالحا ترضاه وأدخلني برحمتك فى عبادك الصالحين

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nimatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku ke dalam rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh”; sebuah pelajaran dan hikmah penting bagi siapapun yang sedang berkuasa.

Wallahu a’lam..           

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s