i-HEGRA : Rencana Lompatan Besar PTAI

Pada 27 sampai 29 Nopember 2013, kami mengikuti kegiatan Soft Launching Islamic Higher Education Golden Transformation (i-HEGRA) yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama di Bandung. Acara ini bertujuan untuk merumuskan blu print Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Menuju World Class University 2014-2025. Acara diikuti oleh 28 PTAI Negeri dan 10 PTAI Swasta. Acara dibuka oleh Direktur Diktis, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, dan diisi oleh narasumber Prof. Dr. Dodi Nandika.

Dalam pengarahannya, Dede Rosyada mengatakan bahwa dinamika perubahan dunia yang demikian cepat dalam berbagai bidang, menuntut perubahan tatakelola PTAI, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun yang dikelola oleh masyarakat. Diharapkan, PTAI bukan hanya mengikuti perubahan yang demikian cepat tersebut, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan dunia tersebut. Dalam rangka perubahan tersebut, maka PTAI harus melakukan hijrah dari kondisi yang kurang baik menjadi baik, lebih baik, dan terbaik. “Hijrah berarti juga move on, bergerak,” tegasnya. Lebih lanjut Dede mengatakan bahwa gagasan besar agar PTAI melakukan hijrah ini akan dituangkan dalam dokumen i-HEGRA yang merupakan akronim dari Transformasi Emas Pendidikan Islam. “Yang harus dirubah dalam rangka mewujudkan gagasan besar Hijrah adalah behavior; kita harus merubah sikap, mental, dan perilaku kita baik sebagai akademisi, dan juga sekaligus pengelola pendidikan tinggi. Kita harus mengembangkan etos akademisi seperti meneliti, menulis, mengikuti secara aktif conference, dll,” tambahnya.

Sementara itu, Dodi Nandika yang mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional itu mengatakan bahwa PTAI harus melakukan lompatan (jumping) dan peningkatan besar-besaran (leverage) untuk  menjadi universitas kelas dunia; bila tidak, maka hasil yang ingin dicapai biasa-biasa saja.  “Mewujudkan gagasan dan cita-cita besar menjadi world class university ini akan sangat melelahkan, bahkan kita semua harus siap‘berkeringat darah’”, demikian beliau menyemangati. Dodi Nandika selanjutnya banyak menyajikan data, utamanya mengenai potret publikasi penelitian di Indonesia yang tertinggal dari negara-negara lain; di tahun 2010, misalnya, publikasi Indonesia tidak mencapai 20 buah/satu juta penduduk; sementara negara-negara berkembang mencapai hampir 140 buah/satu juta penduduk. Jumlah publikasi Indonesia hanya di atas Filipina dan Vietnam, sementara Thailand, apalagi Malaysia jauh meninggalkan Indonesia. Dicatat, publikasi Malaysia khususnya, bahkan melampaui Turki, China, Mesir dan India.

Dodi Nandika selanjutnya menyebutkan ciri-ciri penting World Class University, yaitu : (1) Mengundang kehadiran banyak dosen (peneliti) bermutu dunia untuk bergabung dalam kegiatan-kegiatan keilmuan; (2) Mengundang kehadiran mahasiswa yang bermutu dari berbagai negara untuk belajar dan menjadi peneliti; (3) Prestasi dan reputasi lulusannya diakui dunia; (4) Mengundang banyak kerjasama untuk menyelenggarakan program pendidikan S1 dan S2; (5) Memiliki organisasi dan manajemen untuk program riset; (6) Mendapatkan berbagai pengakuan prestasi kelas dunia (untuk institusi, dosen, dan mahasiswa); (7) Mengundang banyak kerjasama dengan perguruan tinggi untuk riset bersama; (8) Mengundang kehadiran dana-dana riset internasional, dan (9) Mengundang banyak kerjasama dengan industri nasional dan internasional

Ada empat faktor kunci keberhasilan yang harus dibenahi oleh PTAI dalam rangka menuju world class university, kata orang yang berhasil mendesain perguruan tinggi-perguruan umum kenamaan Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dll, itu, yaitu kualitas dosen, leadership, jejaring, dan dana. Pada item dosen, misalnya, katanya, harus diperbesar akses para dosen untuk studi lanjut dalam dan luar negeri, pembenahan sistem rekruetmennya, dan evaluasi kinerja dosen; pada item leadership, misalnya, sudah seharusnya para pimpinan (rektor) PTAI melakukan terobosan-terobosan kerjasama baik dalam dan luar negeri; para item jejaring, PTAI seharusnya terhubung dengan pusat-pusat keilmuan dunia dan stake holders lainnya seperti dunia industri; dan pada item dana, harus dilakukan investasi besar-besaran untuk mewujudkan semua itu.

Wallahu a’lam

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s