Optimisme Perbankan Syariah di Indonesia

Optimisme perbankan syariah sangat terasa ketika kami mengikuti Seminar Nasional Perbankan Syariah yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jakarta (FE UMJ), dengan tema : “Sumber Daya Insani Perbankan Syariah : antara Kuantitas dan Kualitas, pada Selasa, 26 Nopember 2013, di aula  FE UMJ. Hadir sebagai narasumber adalah Ir. Adiwarman A karim, MBA, Hendri Tandjung, Ph.d., dan Nurdin Pasya. Tampak Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Masyitoh, M.Ag., dan Dekan Fakultas Ekonomi, Andri Prihatna, MM.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan bahwa UMJ sangat concern dalam pengembangan sumberdaya manusia perbankan syariah. Universitas Muhammadiyah Jakarta sampai saat ini, katanya, memiliki dua program studi (Prodi) yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan ini, yaitu Program Studi Ekonomi Islam di Fakultas Ekonomi, dan Program Studi Manajemen Perbankan Syariah di Fakutas Agama Islam. Meskipun terbilang Prodi yang relatif baru (izin penyelenggaraan tahun 2011 dan 2012), perkembangan kedua Prodi ini, khususnya, dilihat dari jumlah mahasiswa yang masuk cukup menggembirakan, yaitu dalam kisaran 100 orang mahasiswa untuk penerimaan tiap tahun akademik. Sementara itu, khususnya Adiwarman Karim lebih  banyak menekankan optimismenya terhadap perkembangan perbankan syariah dilihat dari potensi Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia.  Berkali-kali ia mengatakan, “Ini adalah desain Allah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang membawa perubahan dunia dalam bidang ekonomi”. Sampai saat ini, tegasnya pengguna jasa (konsumen) produk-produk perbankan syariah mencapai 17 juta penduduk, dan terus akan bertambah dari tahun ke tahun. Adiwarman mengajak agar umat Islam optimistis dan tidak terpengaruh oleh bahwa aset bank syariah baru mencapai 5%  dari aset perbankan nasional, karena menurutnya, dengan jumlah mayoritas umat Islam di Indonesia, dan semakin tingginya kesadaran tentang ekonomi Islam, jumlah tersebut pasti akan naik secara signifikan. “Saya yakin, nasabah bank-bank syariah, suatu saat akan mnecapai 25 juta orang!”, tandasnya.   Sekedar dicatat, pertumbuhan industri pernankan syariah memang sangat tinggi; data Bank Indonesia (dalam Irfan, 2009) total aset industri perbankan syariah telah meningkat 27 kali lipat dari 1,79 trilyun  pada 2000, menjadi 49,6 trilyun  pada akhir tahun 2008 dengan rata-rata laju pertumbuhan aset dalam 5 tahun terakhir  sebesar 46,3% per tahun.

Optimisme perbankan syariah seperti tampak dalam kegiatan seminar di atas, hendaknya menggugah lebih cepat kesadaran para umat muslim yang belum tergerak hatinya untuk menginvestasikan hartanya pada bank syariah, agar mereka termasuk apa yang disebutkan Adiwarman sebagai ikuti mengambil perubahanan ekonomi dunia. Wallahu a’lam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s