Seandainya Umatku Tahu Tentang Ramadhan

Rasulullah SAW dalam salah satu hadisnya bersabda : Seandainya umatku mengetahui tentang apa yang ada pada bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan satu tahun semuanya bulan Ramadhan

Hadis ini menandakan dua hal; pertama, Rasulullah SAW menganggap bahwa umat Islam tidak mengetahui tentang keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan sehinga tidak memanfaatkan sebaik-baiknya bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Kedua, Rasulullah SAW semacam berharap agar umat Islam seyogyanya berupaya mengetahui keutamaan bulan Ramadhan sehingga kehadirannya menjadi sungguh bermakna dan menjadi sangat istimewa oleh karena nilainya –sebagaimana difahami dari bunyi hadis—tidak bisa digantikan oleh 11 bulan selainnya. Dan selain itu –lagi-lagi dari hadis–jika kita dapat mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, niscaya pasti, sekali lagi pasti, kita menginginkan 360-an hari kita terus berpuasa, terus shalat tarawih, dan terus beramaliyah Ramadhan lainnya. Tulisan ini mencoba ‘menjawab’ singkat tentang apa yang seyogyanya diketahui dari kehadiran Ramadhan (1436 hijriyah) ini.

Pertama, bulan Ramadhan adalah bulan kesempatan kita untuk belajar merawat, menjaga, dan memelihara kehidupan kita (syahr al-hifzi). Al-Quran menyebut agar (melalui ibadah puasa ini) kita menjadi bertakwa atau terpelihara. Di bulan suci ini kita diwajibkan untuk mawas diri dari hal-hal yang merusak ibadah dan pahala puasa kita. Makan, minum, dan berhubungan suami isteri jika dilakukan di waktu-waktu sesudah terbit fajar sampai magrib jelas merusak atau membatalkan puasa kita; sementara berkata dusta, marah-marah, berbohong , dll, bisa merusak pahala puasa kita. Sah puasanya, tetapi tidak berarti apa-apa, alias sia-sia. Bila kita berhasil berlatih merawat dan menjaga setiap perilaku kita, maka kita telah mendapatkan ‘rahasia’ ibadah puasa.

Kedua, bulan Ramadhan adalah bulan kesempatan kita lebih mengenal dan lebih mendekatkan diri kepada Allah (syahru ‘l-ma’rifati). Dalam salah satu hadis qudsi Allah berfirman : “Puasa itu (ibadah) untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya”. Beribadah puasa adalah meniru sifat-sifat Allah; jika Allah tidak makan, tidak minum, dan tidak berpasangan, hakikatnya kita sedang meneladani sifat-sifat Allah. Yang membedakan adalah kita harus segera membatalkannya saat berbuka puasa, sementara Allah adalah Zat Yang terhindar dari itu semua. Mengenal seseorang mudah dengan mengetahui sifat-sifatnya. Sebab hal itulah yang membedakannya dengan yang lain. Di bulan Ramadhan, sifat-sifat Allah yang kita dapat kenali demikian jelas. Semua sifat yang baik sebagai kebalikan dari sifat yang buruk, kita dapat identikkan dengan sifat Allah. Bila kita mampu meneladani sifat-sifatNya yang baik ini, maka kita telah mendapatkan ‘rahasia’ ibadah puasa. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menegaskan bahwa rahasia dari (setiap) ibadah adalah mengenalNya, sirru kunhi ‘l-ibadah, ma’rifatu ‘l-lah.

Ketiga, bulan Ramadahan adalah bulan kesempatan mendulang pahala amal kebaikan (syahru ‘l-hasanati). Ini bukan berarti di bulan lainnya, kesempatan demikian tidak ada atau kecil nilainya. Tidak begitu pengertiannya. Tetapi memang sugesti memperbanyak amal baik di bulan Ramadhan eksplisit. Misalnya, hadis Nabi SAW yang menyebutkan bahwa satu amal kebaikan di bulan Ramadhan diganjar sepuluh kali lipat. Wa ‘l-hasantu bi ‘asyr amtslaiha, kata Nabi. Sugesti kanjeng Rasul ini tentu saja meniscayakan kita untuk seyogyanyan tidak melewatkan setiap detik Ramadhan kecuali dengan amal-amal saleh, baik terhadap diri, keluarga, masyarakat, dan juga yang terkait dengan kepentingan umat.

Wallahu a’lam

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s