Konteks Sistemik Ibadah Puasa

Jumat tanggal 9 Ramadhan 1436 bertepatan 26 Juni 2015, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin menyampaikan khutbah di Masjid at-Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Pa Din-demikian sapaan akrab beliau-hadir di kampus UMJ dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan masjid at-Taqwa. Dalam khutbahnya, Pa Din mengatakan bahwa ibadah puasa, sebagaimana ibadah-ibadah dalam Islam lainnya, adalah sesuatu yang sistemik; Dalam arti mempunyai dimensi hubungan kepada Allah (hablu ‘m-minallah) dan hubungan sesama manusia (hablu ‘m-minannas).

Dalam konteks hablu’m-minallah, Pa Din menyampaikan konsep penguatan jiwa (taqwiyatu ‘n-nafs) dan penyucian jiwa (tazkiyatu ‘n-nafs).  Ibadah puasa, kata beliau,  akan memperkuat jiwa seseorang oleh karena dilatih untuk menahan diri dari larangan makan dan minum serta berhubungan dengan pasangan hingga waktu yang dibolehkan. Sementara menyucikan jiwa, kata beliau, oleh karena dalam ibadah puasa bukan hanya semata-mata menahan diri dari larangan sementara makan dan minum di atas, tetapi juga karena ibadah puasa mengharuskan seseoran memelihara dirinya dari perbuatan-perbuatan buruk seperti berkata keji, berdusta, dll. yang dapat merusak nilai puasanya. Dalam konteks hablu ‘m-minannas, Pa Din menegaskan, bahwa ibadah puasa yang kita lakukan hendaknya membuahkan akhlak-akhlak yang baik (al-akhlaq al-karimah) sebagai cerminan dari kesucian jiwanya. Orang yang jiwanya bersih, dapat dipastikan memiliki akhlak yang baik. Memperkuat konteks sistemik ibadah puasa ini, Pa Din menyitir ayat 112 surat Alu Imran : “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia..

Selepas pelaksanaan Shalat Jumat, Pa Din, ditemani oleh Rektor UMJ, Dr. Syaiful Bakhri, ketua Badan Pembina Harian UMJ, Drs. Husni Thoyar, M.Ag., dan disaksikan oleh sivitas akademika UMJ, melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid at-Taqwa yang direncanakan berlantai lima yang berfungsi selain untuk sarana ibadah, juga untuk pelaksanaan perkuliahan al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s