Pesan untuk Kader

Doktor Ari Nasution dari Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan empat pesan untuk para kader Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu militansi, profesional, jaringan, dan update perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan pada acara Pelantikan dan Taaruf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Depok Periode 2015-2020, pada 31 Juli 2016, di Balai Kota Depok. Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta, Drs. Mahmudin Sudin, MA, dipercaya sebagai Ketua Bidang Pustaka dan Pemberdayaan Zakat PDM Kota Depok ini.

Pesan pertama Ari adalah militansi. “Militansi adalah tekad kuat seorang kader dalam memperjuangkan kebenaran dan juga perjuangan menghidupkan Muhammadiyah”, katanya. Dia mencontohkan Jenderal Besar Soedirman yang menurutnya adalah guru otentik Muhammadiyah di Cilacap yang meski ditandu karena sakit, tetapi terus berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Beliau juga mencontohkan tokoh Muhammadiyah Muhammad Jasman, pendiri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). “Saat beberapa perguruan tinggi di Surakarta digabung (oleh Pemerintahan Soeharto) menjadi UGS (Universitas Gabungan Surakarta), Pa Jasman bertekad untuk ‘tidak menyerahkan’ aset UMS kepada Pemerintah, dan terus berjuang menghidupkan UMS”, tegasnya. Universitas Muhammadiyah Surakarta kini masuk peringkat salah satu universitas unggulan swasta di Indonesia.

Profesional berarti kerja (kader) dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tantangan global yang ketat dengan persaingan. “Arus masuk tenaga kerja dari luar negeri, khususnya Cina, sangat deras; sehingga tidak mustahil akan menyingkirkan tenaga kerja-tenaga kerja Indonesia sendiri”, demikian Ari mengingatkan. Pesan Ari selanjutnya adalah memiliki jaringan. Dia mengingatkan agar para kader Muhammadiyah membuka akses seluas-luasnya dalam rangka mengembangkan Muhammadiyah di wilayah masing-masing. Ari menyampaikan bahwa kader-kader Muhammadiyah yang berkecimpung luas baik di pemerintahan maupun di masyarakat merupakan potensi tersendiri untuk memajukan Muhammadiyah. “Saya mendengar tadi salah satu pengurus daerah Muhammadiyah Kota Depok ini adalah mantan pejabat di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi”, tambahnya.

Pesan terakhir Ari adalah agar para kader Muhammadiyah terus mengupdate perkembangan zaman supaya tidak tertinggal. Dengan menyitir ayat 30 surat al-Mulk (67), Ari mengajak warga Persyarikatan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kecakapan memanfaatkan teknologi untuk mengingkatkan kualitas dirinya. “Perkembangan teknologi seperti handphone android meniscayakan kita dapat memasang (install) berbagai aplikasi dalam rangka menggali ilmu Allah seperti soal air dalam surat al-Mulk tadi”, tegasnya.

Pesan kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini ‘berhasil’ mamantik semangat kader; terlihat aplaus dari para peserta merespon pompaan pesan kader Ari Nasution ini di acara Pelantikan PDM dan PDA Kota Depok yang dihadiri oleh Walikota Depok, Idris Abdus Shomad, dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s