Memelihara Amanah Anak

Sabtu, 14 Januari 2017, kami menghadiri pengajian bulanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir dengan topik “Mendidik dan Menyelamatkan Anak Saleh: Bagaimana Peran Keluarga?”. Hadir sebagai narasumber adalah Rita Pranawati yang juga Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat.

Di awal paparannya, Rita menegaskan bahwa anak adalah amanah Tuhan yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya. Diingatkannya bahwa anak terlahir tanpa dia mempunyai pilihan siapa orangtuanya. ‘Karenanya kita sebagai orangtua harus menjaga dan mendidik anak dengan baik’, tambahnya. Rita kemudian mengutip beberapa ayat sebagai dasar kewajiban orangtua dalam mendidik anak, di antaranya surat al-Tahrim (66) ayat 6 yang artinya ‘Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..’

Rita juga menyampaikan keprihatinan terhadap banyaknya kasus kekerasan terhadap anak, seperti kekerasan seksual yang di antaranya menyasar para remaja usia sekolah. Diakuinya bahwa pengaruh teknologi seperti televisi dan gadget ikut memicu kasus-kasus pada anak.

Secara khusus, Rita juga meminta agar para orangtua merubah paradigma mendidik anak yang selalu diidentikkan mesti dengan kekerasan (katanya agar anak patuh), menjadi dengan pendekatan persuasif dan kasih sayang. ‘Ungkapan di ujung tongkat ada emas, sudah harus dikoreksi’, kritiknya. Ungkapan tersebut memang dimaknai sebagai cara mendidik anak dengan tongkat (keras) supaya anak terdidik dengan baik (emas).

Rita juga menyoroti pola-pola komunikasi orangtua yang menurutnya tidak memacu kreativitas anak; ‘Komunikasi cenderung hanya membuat anak menjawab ya atau tidak, seperti ada PR (pekerjaan rumah) atau tidak; sudah makan atau belum’, begitu dia mencontohkan. ‘Ini harus dirubah dengan pola komunikasi yang menjadikan anak kreatif, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong anak bercerita’, tambahnya.

Di akhir paparan, Rita juga menyampaikan tentang bagaimana orangtua, dalam hal ini antara suami isteri terus menjaga harmonisasi dan komunikasi yang baik, karena hal ini berpengaruh langsung terhadap kehidupan pribadi anak.

Wallahu a’lam..


 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s